Selisih persediaan dapat berasal dari kesalahan pencatatan, unit pengukuran, barang rusak, kehilangan, atau transaksi yang belum diproses. Stock opname tidak hanya menghitung barang, tetapi juga menguji kualitas data dan pengendalian.

Hasil stock opname perlu direkonsiliasi, dianalisis penyebab selisihnya, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan prosedur.