Setiap proyek sebaiknya memiliki kode biaya tersendiri. Material, tenaga kerja, alat, subkontraktor, overhead, termin, dan retensi harus dikaitkan pada proyek yang benar.

Laporan proyek yang baik membandingkan nilai kontrak, progres pendapatan, biaya aktual, komitmen biaya, dan estimasi biaya penyelesaian. Dengan demikian manajemen dapat mengetahui potensi laba atau kerugian sebelum proyek selesai.